![]() |
| Right Pict: Tradisional house of Lampung. Left Pict: Typical contemporer house built by society nowadys |
Monday, 27 March 2017
18:04
rollerrelic
16:04
rollerrelic
Aneh rasanya, benar-benar berada dalam petuah *semuanya diciptakan berpasangan*. Eits.. aku nggak lagi mau bahas tentang jodoh. Ini tentang hidup dan mati.
Beberapa hari lalu, aku dapat kabar bahwa kakekku (Mbah Awi) meninggal - kakek angkat ayah, tapi beliau sungguh sayang kepada kami cucu-cucu bukan kandungnya. Beliau selalu mengingatkanku pada mbah kakung dalam hal fisik, namun benar-benar dalam versi yang berbeda dalam hal karakter. Mbah kakung orang yang tegas ceplas ceplos dan cenderung kejawen. Mbah Awi lembut sekali, tutur bahasanya terucap rapi ciri khas cendikiawan dan memegang teguh islam dalam kesehariannya. Yang pasti keduanya baik dan aku ingin mengamalkan teladan-teladan kebaikan mereka. Semoga keduanya diberi tempat yang indah di sisi Alloh.
Ada mati dan ada hidup. Keesokan harinya di jam makan siang, seorang teman kantor bercerita riang di tangah kantor " hore, garis dua... garis dua*. Akhirnya istrinya hamil. Terdengar ada getaran haru, bahagia dan cemas dalam teriakan itu. Semua orang menyelamati.
Aku sendiri lalu memikirkan tentang betapa manusia dengan sangat mudah digantikan. Hari ini aku kehilangan, di hari yang sama seorang teman menerima kehadiran kehidupan baru. Sangat urgent rasanya untuk segera menyadari dan menjelang tujuan hidup sebelum Tuhan memutuskan sudah saatnya aku digantikan oleh nyawa lainnya.
Wednesday, 23 December 2015
05:37
rollerrelic
Seorang perempuan paruh baya menatap sayu keluar jendela kereta.
Hatinya sedikit resah, diperjalanan ini suaminya sakit. Masuk angin kalau kata orang jawa.
Iya bersyukur putri ketiganya akhirnya dapat bergabung dengan mereka saat kereta mampir di Statiun Jatinegara.
Kala menatap ke jendela itu, ia mengucap syukur dengan getir.
Segala puji bagi Allah yang telah memberinya kekuatan untuk menempuh perjalanan PP 2000 km ini meski dengan langkah terseok-seok dan tangan kanan yang setengah berfungsi.
Terima kasih pula karena dikuatkan akan janji keberkahan silaturahmi bagi siapapun yg menyongsongnya, sehingga membumbungkan kekuatan untuk melakukan perjalanan ini.
Terima kasih untuk sekali lagi mendapatkan kesempatan melihat kampung halamannya setelah 10 tahun berlalu. Saat itu Mbah Kakung anak-anak pulang kepangkuan Gusti Alloh.
Terima kasih telah diizinkan berada didekat putra sulung tercinta. Sudah belasan tahun sejak sang putra meningggalkan Sang Ibu, kembali ke Sang Pencipta. "Apa kabarmu di sana, Nak? Ibu rindu," lirihnya.
Terima kasih, dapat berada di rumah itu lagi, walau hanya sebentar. Rumah yang ia bangun dengan hasil jerih payahnya sendiri ketika ia belum dipertemukan dengan ayah anak-anak. Rumah di mana ia membesarkan anak-anaknya, hampir seperti seorang diri, karena suami harus berurbanisasi.
"Jangan jual rumah Ibu ya Nak. Satu-satunya harta yang pernah Ibu miliki dalam waktu lama," pesannya dalam hati, berharap anak-anaknya mengerti.
Ia menghela nafas. teringatkan lagi ia sudah cukup tua, rasanya baru beljm lama sejak ia semalaman gendong anak-anaknya yang demam . Kini badan itu seringkali harus dibopong anak-anaknya ketika berjalan.
Baru sebentar rasanya hari-harinya dipenuhi rengekan 5 anak-anaknya yang kini sudah mulai belajar mandiri. Rumah sudah mulai sunyi.
Lalu sebentar ia menatap sendu putrinya di baris seberang sana. Putrinya sibuk membuatkan teh panas untuk ayahnya.
"Nduk, kamu sudah besar sekarang. Kamu jarang pulang. Tapi ibu mengerti, dulu juga ibu begitu, berapi- api merajut mimpi," ucapnya dalam hati.
Ia lalu mencoba terlelap sambil berdoa, semoga esok ia kuat menyusuri jembatan Pelabuhan menuju Terminal Bakauheuni. Atau paling tidak anak dan suaminya akan cukup sabar menantinya diujung jembatan yang akan ia arungi dengan langkah terseok-seok.
Emak ku tercinta,
Mungkin memang seperti itulah sifatnya selalu optimis dan merasa kuat. Atau mungkin pula, ia cukup menyadari bahwa ia harus melakukan perjalanan ini, sekali lagi merasa dekat dengan tanah kelahirannya, dengan orang-orang terkasihnya dan sekali lagi mengarungi bumi bersama satu-satunya laki-laki yang pernah memikat hatinya, karena mungkin kesempatan itu takkan ada lagi.
Tuesday, 9 June 2015
06:38
rollerrelic
Mungkin ini rasanya jadi dewasa. Hidup serasa penuh tantangan. Jika dulu aku dapat memprediksi apa yang akan aku hadapi esok hari, bahwa rasa hidup tak akan jauh beda dari hari ini dan aku merasa baik- baik saja akan hal itu. Kini aku khawatir tentang bagaimana ini, bagaimana itu dan seterusnya. Kadang aku merasa takut saat memikirkan hari esok akan sama dengan hari kemarin. Aku terlalu takut jika langkah yang ku ambil adalah kemunduran dan bukan langkah maju yang dapat membawaku selangkah lebih dekat dengan mimpiku.
Lalu ngomong- ngomong tentang mimpi. Apakah bermimpi memang seaneh ini rasanya. Kamu seperti mengejar sesuatu yang tak tampak dengan beban di pundakmu yang amat berat karena puluhan to-do list yang harus kamu lakukan dengan tekun dan berkesinambungan. Satu- satunya cara untuuk memindahkan beban itu menjadi investasi tak kasat mata adalah dengan melakukan semua to-do list itu sehingga ia berubah menjadi proses pembelajaran yang membuatmu menjadi lebih mumpuni dari sebelumnya.
Namun pengejaran seperti tak pernah berakhir. To-do list yang satu hanya akan membawamu kepada deretan to-do list baru. Pengetahuan yang baru semakin membuatmu merasa kecil dan tak tahu apa- apa, bahwa sepuluh tetes pengetahuan lainnyalah yang kamu butuhkan setelah meneguk setetes pengetahuan. Lalu badan dan pikiranmu mulai berontak. "Masa bodoh" katanya, "kamu masih punya hari esok. Sekarang waktunya beristirahat dan ingat kamu masih punya satu session serial untuk ditonton." Seringkali aku kalah dalam pertempuran seperti ini, berakhir dengan penyesalan karena aku tak bergerak dari titik pengejaranku kemarin. masih di sini ribuan mil dari mimpi- mimpi yang ku.
Aku adalah seorang pemimpi. Aku selalu sadar itu. Aku pun pernah merasakah pahit manisnya meraih mimpi yang rasanya mustahil dengan semua tambahan pencapaian yang aku tak pernah minta sebelumnya. Aku biarkan diriku bergelimang kesepian hanya agar pengejaran mimpiku terus menjadi mungkin. Aku pernah mengabaikan waktu agar raga dan pikiranku dapat melaju ke mimpiku dengan lebih cepat. Lalu apa yang membedakannya...Baik dalam mimpiku yang ini dan yang telah tercapai, aku sama- sama dapat mecium manisnya pencapaian, melihat indahnya senyum kelegaan dan menerawang bertambah luasnya kesempatan. Namun mengapa dorongan pencapaian ini tak setinggi dulu.
Apakah memang aku sudah lelah? Namun itu adalah alasan, sedangkan pemimpi tak suka beralasan. Ataukah ini bukan mimpi sejatiku sehingga raga dan jiwaku tak mau berjuang selayaknya para pemimpi. Mungkin aku butuh bantuanmu untuk menjawabnya, atau aku sebenarnya tahu jawabanya? Ah... semakin linglung diri ini rasanya.
Lalu ku baca lagi tulisanku hari ini. Tiba- tiba aku merasa bodoh dan abstrak. (-;
Aku berharap. dalam setiap langkahku, Alloh memberi petunjuk, keridoan dan ilmu yang bermanfaat.
Wednesday, 4 February 2015
08:52
rollerrelic
Special for you "Daughter" from John Mayer who care enough to a daughter around you!!
Sunday, 4 January 2015
01:58
rollerrelic
Tanggapanku? Manusia itu bermacam-macam, cara mereka meraup rasa bahagia pun macam-macam, aku rasa sebagian besar masyarakat Indonesia merayakan tahun baru karena berbagai sistem dalam kehidupan mendorong mereka seperti itu misalnya sistem penanggalan umum yang digunakan, aktivitas tutup buku pada institusi yang dilaksanakan akhir tahun, godaan akan kemeriahan hiburan , promo akhir tahun dan kembang api di malam tahun baru, juga bonus tahunan dibagikan akhir tahun, mendorong sebagian besar manusia untuk paling tidak bersenang-senang dengan itu melalui liburan, makan bersama keluarga atau membeli kembang api yang indah jika tersulut api untuk menambah sedikit keceriaan. Bukankah pada dasarnya manusia senang akan keceriaan dan kemeriahan, hal yang ditawarkan oleh malam tahun baru.
"Semakin tinggi yang kita capai, semakin luas pandangan kita" Usep
Catatan rollerrelic: Jadi jangan heran kalau orang yang sukses bisa makin sukses dan yang kaya bisa makin kaya. Mereka mencapai dan memaknai pencapaiannya dengan mencoba melihat lebih jauh lagi, jalan mana lagi yangg harus didaki agar dapat mencapai yang lebih tinggi. Mereka yang miskin dan biasa saja kalau tak coba mendaki wajar saja akan tetap berada ditempatnya.
"If you cannot find what you are looking for in two minutes, go asking somebody, that will make you effective." Leo Wibisono

Sebagai kutipan penutup dan juga tamparan jika aku hanya memandangi rencanaku tanpa melakukannya ku harus ingat bahwa
"Idea is cheap, excellent execution what makes them expensive" Yoris Sebastian.
Wednesday, 24 December 2014
09:57
rollerrelic
Hari itu memang sudah 2 hari sejak supply obat Emak habis. Beliau hanya minum ekstrak kulit manggis sebagai gantinya. Bapak dan Kakak telah menawari beliau untuk kembali ke dokter untuk cek kesehatan sekaligus beli obat lagi. Namun beliau menolak karena sudah merasa baikan dan masih ada stock kapsul ekstrak kulit manggis. Kami pun tak memaksa beliau untuk kembali ke dokter. Sudah kurang lebih 7 tahun emak secara rutin harus periksa ke dokter atau menjalani terapi karena terserang stroke pada pertengahan 2007. Meski begitu beliau selalu semangat untuk menjalani pengobatan baik medis, herbal, terapi. Sejak akhir tahun 2013 beliau sudah hampir sepenuhnya pulih dan masih terus mengkonsumsi obat sesuai saran dokter dan juga suplement herbal yang diperbolehkan oleh dokter. Baru 2 bulan sebelum meninggal merasakan gejala sakit jantung itu.
Sehingga aku ingin menyarankan pada teman-teman yang saat ini sedang merawat keluarga atau sedang mengalami sendiri gejala medis. Jangan ragu untuk 'mengeksploitasi' dokter yang menangani Anda jika hal itu terkait dengan info medis. Memang benar dokter mendapatkan ilmunya dengan biaya yang mahal namun para dokter juga terikat ikrar pelayanan yang sebaik-baiknya pada masyarakat.Jadi pastikan Anda mendapatkan info sejelas-jelasnya mengenai
RSS Feed
Twitter










