Monday, 27 March 2017

Aneh rasanya, benar-benar berada dalam petuah *semuanya diciptakan berpasangan*. Eits.. aku nggak lagi mau bahas tentang jodoh. Ini tentang hidup dan mati.

Beberapa hari lalu,  aku dapat kabar bahwa kakekku (Mbah Awi) meninggal - kakek angkat ayah, tapi beliau sungguh sayang kepada kami cucu-cucu bukan kandungnya. Beliau selalu mengingatkanku pada mbah kakung dalam hal fisik, namun benar-benar dalam versi yang berbeda dalam hal karakter. Mbah kakung orang yang tegas ceplas ceplos dan cenderung kejawen. Mbah Awi lembut sekali, tutur bahasanya terucap rapi ciri khas cendikiawan dan memegang teguh islam dalam kesehariannya. Yang pasti keduanya baik dan aku ingin mengamalkan teladan-teladan kebaikan mereka. Semoga keduanya diberi tempat yang indah di sisi Alloh.

Ada mati dan ada hidup. Keesokan harinya di jam makan siang, seorang teman kantor bercerita riang di tangah kantor " hore, garis dua... garis dua*. Akhirnya istrinya hamil. Terdengar ada getaran haru, bahagia dan cemas dalam teriakan itu. Semua orang menyelamati.

Aku sendiri lalu memikirkan tentang betapa manusia dengan sangat mudah digantikan. Hari ini aku kehilangan, di hari yang sama seorang teman menerima kehadiran kehidupan baru. Sangat urgent rasanya untuk segera menyadari dan menjelang tujuan hidup sebelum Tuhan memutuskan sudah saatnya aku digantikan oleh nyawa lainnya.

0 comments:

Post a Comment